|
|||||||
|
|
|
|||||
|
|
|||||||
Bagaimana Cara Hacker Membajak
Inilah trik-trik yang digunakan para hacker
dan bagaimana Anda bisa menghentikannya.
Hanya dengan sekali meng-klik mouse, layar pada laptop kami
berkedip-kedip tak beraturan karena kebanjiran data yang diam-diam mengalir
melalui kabel jaringan pribadi yang menghubungkan dua komputer. Dalam waktu
semenit, password sharing file sudah diacak-acak.
"Komputer ini lagi sial," kata seseorang yang menyaksikan akibat
serangan pada komputer itu. "Paket-paket datang begitu cepatnya, firewall
pun tidak bisa berbuat apa-apa."
Beberapa hacker berani bertaruh mereka bisa mengajari seekor monyet
membajak komputer hanya dalam beberapa jam. Kami mewawancarai dua orang hacker,
Syke dan Optyx (atas permintaan mereka kami memakai nama samaran mereka), untuk
mendemonstrasikan kepada kami, yang bukan monyet ini.
Yang kami temukan adalah kenyataan betapa mudahnya komputer-komputer, baik di
rumah atau di kantor, baik dilindungi atau tidak, dibobol oleh seorang hacker.
Namun, kami juga menemukan bahwa pengguna komputer bisa lumayan merepotkan hacker
bila menghindari beberapa kesalahan yang umum dilakukan.
Syke, hacker "aliran putih" berumur 23 tahun, dan Optyx yang
mengaku ber-"aliran hitam" berumur 19 tahun, bekerja pada perusahaan
sekuriti komputer (Syke hingga saat ini bekerja pada vendor sekuriti terkemuka,
sedangkan Optyx pada sebuah ASP (application service provider)).
Mereka meluncurkan serangan ke notebook kami dari sebuah komputer desktop yang
terletak di basement tak berjendela, yang dinamakan New Hack City,
semacam laboratorium riset dan pengembangan hacker (yang juga berfungsi
sebagai tempat nongkrong mereka).
1001 Pembajakan
"Anda harus mengerti," kata Optyx,
sambil mengetikkan beberapa perintah yang melumpuhkan komputer kami, "Apapun
yang dilakukan orang-orang, seorang hacker pasti menemukan cara masuk ke
sistem mereka."
Sambil terus bicara, Optyx menggunakan program yang membuat laptop kami
menampilkan sedikit data mengenai sistem operasi dan versinya.
Ia kemudian menjalankan program yang meng-crack password sharing file
hanya dalam sekedipan mata. Kami terus mengawasinya menggunakan tool
untuk mencari asal-usul file pada direktori laptop yang di-share.
Selagi pembajakan berlangsung, cara yang digunakan kedua "instruktur"
kami tidaklah anggun (mungkin ibaratnya sama dengan mendobrak pintu) dan lewat firewall
komputer, kami langsung sadar bahwa komputer kami sedang dibajak. Selain memutus
koneksi dengan kabel jaringan, kami tidak berdaya menghentikannya.
Tetapi, kebanyakan serangan lebih tidak ketara.
Pintu Terbukalah!
Metode yang digunakan hacker untuk
menyerang sistem atau jaringan Anda sebenarnya cukup sederhana. Seorang hacker
men-scan sistem yang rapuh menggunakan "daemon dialer"
(yang akan me-redial sebuah nomor berulang-ulang sampai koneksi tercipta)
atau "wardialer" (aplikasi yang menggunakan modem untuk men-dial
ribuan nomor telepon untuk menemukan modem lain yang terhubung ke komputer).
Pendekatan lain yang gunakan untuk menunjuk komputer yang mempunyai koneksi DSL
atau kabel, adalah dengan program scanner yang secara berurut mem-ping
IP address sistem jaringan untuk melihat apakah sistem itu bekerja.
Dimana seorang hacker bisa menemukan tool-tool semacam itu? Di
internet, tentu saja.
Situs-situs yang berisi puluhan tool pembajak sederhana yang bisa di-download
gratis, sangat mudah ditemukan di internet. Untuk mengerti bagaimana tool
ini bekerja, mungkin tidak mudah, karena banyak file, termasuk dokumentasi
pribadi, yang ditulis dengan "bahasa gaul" kalangan hacker.
Di antara program yang tersedia adalah utiliti scanning, yang menunjukkan
kelemahan sebuah komputer atau jaringan, dan program sniffing yang
memungkinkan hacker memata-matai data yang lewat di antara dua komputer.
Hacker juga menggunakan internet untuk mempertukarkan daftar IP
address(lokasi khusus dari tiap komputer yang terhubung ke internet), yang
rapuh dan tidak memiliki patch lubang keamanan. Alamat komputer yang
telah diambil dengan Trojan, terbuka bagi siapa saja (pada kebanyakan kasus,
pemilik komputer bahkan tidak mengetahuinya).
Jika hacker telah menemukan sebuah komputer, ia menggunakan tool
seperti "Whisker" untuk mengidentifikasi sistem operasi apa yang
digunakan komputer itu dan apakah ada lubang keamanan, hanya dalam satu detik.
Whisker, salah satu tool legal yang digunakan administrator sistem untuk
menguji keamanan sistem, juga menyediakan daftar eksploitasi yang bisa digunakan
hacker untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari lubang ini.
Software Sekuriti Saja Tidak Cukup
Syke dan Optyx menjelaskan beberapa kondisi
yang membuat mereka lebih mudah membajak sebuah sistem. Kurangnya keamanan
merupakan salah satunya. Misalnya, suatu perusahaan tidak menggunakan password
pada sistemnya atau tidak mengganti password default Windows.
Oktober 2000, sekelompok hacker mebobol sistem Microsoft dan melihat source
code Windows dan Office versi terbaru setelah menemukan password default
yang tidak pernah diganti oleh seorang karyawan.
Kesalahan lain: jika administrator sistem tidak meng-update software
dengan patch sekuriti, mereka menyebabkan port yang rentan terbuka untuk
diserang. Atau jika mereka meng-install sistem pendeteksian serangan yang
mahal, tapi sebagian luput mengawasi alarm yang memperingatkan mereka jika ada
penyusup masuk.
Sasaran empuk hacker lainnya adalah firewall atau router
yang salah konfigurasi, sehingga hacker dengan mudah "mengendus"
data, berupa password, e-mail, atau file, yang melewati jaringan itu.
Sampai ke Akar-akarnya
Sekali hacker membajak sistem,
tujuan berikutnya adalah mendapatkan root, atau mengusahakan akses lebih
dalam lagi ke komputer tersebut. Seorang hacker bisa menggunakan perintah
yang jarang diketahui untuk mendapatkan root, atau bisa mencari dokumen
pada hard drive sistem, berupa e-mail atau file yang berisi password
administrator sistem.
Dengan root di tangan, ia bisa menciptakan account yang tampaknya
legal dan log-in kapanpun ia mau tanpa menarik perhatian. Ia juga bisa
mengubah atau menghapus log sistem untuk menghapus semua jejak (misalnya
baris-baris perintah) yang menunjukkan bahwa ia pernah masuk ke sistem tersebut.
Tetapi hacker tidak memerlukan akses root untuk mempengaruhi
sistem. Ia bisa membelokkan lalu-lintas yang semestinya ke server perusahaan, ke
tempat lain. Atau dengan membongkar bug (bagi situs-situs yang belum
menambal lubang keamanannya), seorang hacker bisa mengganti halaman web
dengan kata-katanya sendiri menggunakan seperangkat perintah UNIX yang
diketikkan pada kotak alamat browser.
Denial of Sevice
Ancaman yang lebih serius berasal dari hacker-hacker
jempolan yang meluncurkan serangan denial-of-service (DoS), yang
membanjiri server web dengan banyak sekali permintaan sehingga ia tidak bisa
menjawabnya.
Walaupun merupakan salah satu serangan yang paling umum, serangan DoS lebih
sulit dilakukan. Perusahaan internet besar biasanya memiliki saluran internet
yang lebih lebar, yang lebih sulit disesaki data sampah yang dikirim hacker.
Semakin besar bandwith yang dimiliki perusahaan, semakin panjang jalan
yang harus ditempuh hacker untuk membuat gangguan yang cukup terasa.
Para hacker dengan cepat mengetahui bahwa satu komputer tidak cukup untuk
menimbulkan serangan DoS. Jadi mereka mengusahakan pendekatan cerdas lain yang
menggunakan puluhan komputer yang dibajak untuk berkerjasama melakukan serangan
DoS.
Serangan DoS biasanya menggunakan komputer sebanyak yang bisa dikontrol seorang hacker
(disebut "zombie") untuk mengirimkan banyak sekali permintaan data ke
server yang dituju. Untuk meluncurkan serangan, seorang hacker hanya
mengirimkan sebuah perintah, yang diteruskan kepada semua zombie dan melumpuhkan
server web dengan sangat cepat.
Sistem di Universitas biasanya menjadi target tindakan semacan itu, karena
administrator sistem seringkali membiarkan account mahasiswa aktif sampai
mahasiswa tersebut lulus. Seorang hacker bisa mengambil alih account
tersebut dan menggunakannya sebagai pintu gerbang untuk menyerang sistem lain.
Desember 2000 lalu beberapa hacker membobol sisten Angkatan Udara AS di
Virginia dan men-download kode untuk mengontrol komunikasi dan satelit
mata-mata ke sebuah komputer di Swedia. Perusahaan Swedia yang memiliki sistem
tempat data tersebut berada, tidak sadar bahwa hacker telah menggunakan
komputer mereka.
Dari Swedia, aktivitas tersebut dilacak hingga ke sebuah komputer Universitas di
Jerman, yang diyakini telah digunakan oleh hacker.
Mata-mata Online
Hacker bisa secara diam-diam
mengumpulkan informasi dari komputer selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi.
Dengan menggunakan program Trojan, seorang hacker bisa log-on ke
sebuah komputer (untuk mendapatkan password pengguna) atau menggunakan
program "sniffing" untuk mengumpulkan data penting selagi ia memasuki
satu komputer ke komputer lain.
Software sniffer mirip sebuah radio yang bisa mendengarkan lalu-lintas
yang melewati kabel jaringan. Sniffer tidak bisa dideteksi oleh pengguna
maupun (biasanya) administrator sistem.
Tak Ada Tempat Sembunyi
Mungkin tampaknya dengan semua cara yang dilakukan hacker untuk menyusup
ke sistem Anda, tidak ada lagi tempat aman untuk menyembunyikan data. Optyx pun
setuju.
Dengan tenangnya, sambil mengetikkan perintah di keyboard-nya yang
membuat laptop kami makin "menggila", Optyx mengatakan bahwa hanya
dengan menggunakan software antivirus atau firewall atau sitem pendeteksi
gangguan lainnya, tidak akan mencegah pencurian data atau pembajakan di komputer
Anda.
"Jika orang membajak komputer Anda," lanjut Optyx, "mereka
membajaknya melalui titik-tiktik kelemahannya."
Ia menyarankan, sebagai tambahan menggunakan tool-tool yang telah
disebutkan di atas, setiap pengguna sebaiknya meng-install patch
sekuriti terbaru pada software-software penting mereka, termasuk sistem operasi
dan aplikasi yang biasa mereka gunakan. "Satu-satunya cara melindungi diri
Anda sendiri adalah "menambal" lubang-lubang keamanan," ujarnya.